NIKMATNYA IBU TIRI

Published on: Author: admin Leave a comment

Aku Iwan masih kelas 3 di salah satu SMU di Jakarta Selatan dan tinggal bersama Papa dan Mami serta adikku Ita yang sekolahnya sama dengan sekolahku, hanya Ita masih duduk di kelas 1 dan masuk siang, sedangkan semua kelas 3, kebagian masuk pagi.

Dirumahku juga ada seorang pembantu yang agak tua.
Perlu diketahui, Mama kandungku telah meninggal beberapa tahun yang lalu akibat sakit, dan Papaku mengawini adiknya Mama kira kira 1 tahun yang lalu, dan Aku serta Ita memanggilnya Mami, yang sebelumnya memang sudah kami kenal dengan baik.

Habis dia kan tanteku juga. Mami ini dicerai oleh suaminya, dengar2 sih katanya karena sudah kawin 4 tahun tapi belum punya anak.
Nah, mungkin papa merasa sudah duda serta tanteku sudah janda dan apalagi mereka sudah kenal baik sebelumnya, jadilah mereka kawin.

Nah, ceritaku ini terjadi di siang hari ketika aku pulang dari sekolah. Setelah ganti dengan celana pendek dan kaos singlet saja, aku langsung makan yang telah di sediakan oleh Pembantu. Setelah selesai makan, aku bermaksud ke ruang tamu mau dengerin lagu2 dari Laser Disc.

Tetapi sewaktu melewati kamar Papa dan Mami yang pintunya agak terbuka sedikit, kudengar suara2 yang agak aneh dan berisik. Karena pingin tahu suara apa itu, kuhentikan langkahku dan kuintip dari pintu kamar Papa dan Mami yang agak terbuka sedikit tadi.

Ternyata Mami sedang duduk membelakangiku dan sedang melihat TV. Setelah keperhatikan lebih cermat, ternyata Mami sedang nonton film blue dari Laser Disc dan kuperhatikan lagi, tangan kiri Mami bergerak maju mundur disekitar bagian pahanya.

Mamiku ini walau sudah berumur 37 tahun, tapi aku sangat bangga, karena banyak mata yang mengaguminya kalau kita sedang jalan2 di Mall, mungkin karena Mami agak sexy dan warna kulitnya yang putih bersih serta bentuk dada yang menonjol serasi. Itu komentar yang pernah kudengar dari beberapa orang temannya Mami.

Mami yang sedang nonton TV itu mengenakan baju atau daster merah muda tipis dan sangat minim, habis sih pahanya hampir kelihatan semua, bulu keteknya yang lebat kelihatan juga. Sayangnya Mami menghadap kedepan, sehingga yang terlihat hanya punggungnya yang putih bersih.

Karena selama ini aku belum pernah melihat film seperti itu, lalu kuputuskan untuk melihatnya terus dari celah pintu itu dan melihat adegan demi adegan, kontolku nggak terasa menjadi tegang sekali. Saking asyiknya nonton sambil berdiri, ditambah nafsuku makin meninggi nggak terasa berdiriku menjadi nggak tenang dan dengkulku menyenggol pintu kamar Mami dengan keras gleeduuuk..!

Tapi dengan cepat aku mundur menjauhi pintu. “Iwaaaan, kamukah itu..!?” Kudengar suara Mami memanggilku, tapi aku nggak menjawab.
“Iwaaaaan, sini doongnaaak…! Kudengar kembali Mami memanggilku. Karena nggak enak, lalu aku kembali menuju pintu kamar Mami dan kujawab.

“Ada apa mam,” sambil kutongolkan kepalaku.
“Sini Wan,” kata Mami sambil melambaikan tangannya, dan film blue tadi masih terus berjalan.

Karena kepingin melanjutkan nonton film tadi, lalu aku masuk kamar Mami dan mami melanjutkan kata2nya.
“Wan, sini duduk dekat Mami, mami tahu kok kalau iwan pingin nonton film itu kan?” lanjut Mami sambil nunjuk TV.
“Sini Wan, kamu sudah besar, sudah seharusnya kamu juga tahu tentang seks”

“Maaf ya Mam, saya telah mengganggu Mami,” kataku. “Ah..kamu ini,” kata mami, “sudahlah, duduk sini kita nonton sama2,” lanjut mami sambil mencium pipiku. Perasaanku menjadi nggak karuan campur malu ketika pipiku dicium mami, apalagi tercium bau minyak wangi yang dipakainya terasa harum menusuk hidungku sehingga nafsuku makin menjadi jadi.

Setelah beberapa saat hanya diam saja dengan mata kami tetap tertuju ke arah TV, tiba2 aku dikejutkan dengan pertanyaan Mami.
“Waan, kamu tadi sudah lama ya nontonnya dari pintu” “Iya mam,” jawabku malu tanpa menengok Mami. “Jadi iwan tahu Mami lagi ngapain?” Tanya mami lagi dan lagi2 hanya kujawab pendek dengan tanpa menoleh ke Mami “iya maaam.

“Waaaan,” kembali mami memanggilku tapi kali ini suaranya terdengar agak lain dan ketika kuberanikan menatap wajah mami, kulihat kedua mata mami agak berair.
“Waaan, iwan jangan sampai salah ya.., mami sering nonton film seperti ini bersama papamu, yaah.. mami sangka mami bisa mengembalikan kondisi papamu yang impoten tapi sampai saat ini masih belum berhasil.”

Lho.. memangnya papa kenapa mam..!?” tanyaku karena betul2 aku nggak ngerti apa yang dimaksud Mami.

“Aduuh.. iwan gimana sih, susah menjelasinnya sama kamu, kok kamu sepertinya nggak ngerti sama sekali,” kata mami.
“Betul Mam aku gak tahu, Iwan betul2 nggak ngerti kenapa sih dengan Papa?” tanyaku kembali.

Lalu Mami menggeser duduknya mendekatiku sehingga sekarang mami duduknya sudah dempet dengan aku, sehingga bau wangi Mami terasa sekali dan membuat kontolku yang dari tadi sudah tegang karena lihat film menjadi lebih tegang lagi.
“Waaaan, papamu sudah kira2 enam bulan ini, ininya(sambil tiba2 tangan kanannya meremas kontolku) nggak bisa bangun.

“Ah..Mami,” sahut ku sambil berusaha melepaskan tangan mami dari kontolku, walaupun rasa kontolku berdenyut enak, tapi aku berusaha melepas tangan Mami, karena malu dan apalagi selama ini belum pernah kontolku dipegang oleh orang lain.

“Waaan, Mami kan masih kepingin tapi yaah.. karena punya papamu nggak bisa bangun, jadi terpaksa mami melakukan seperti yang Iwan lihat tadi.”

“Maaaam, Mami kepingin apaan sih..dan tadi iwan nggak lihat jelas, mami tadi ngapain sih,” tanyaku lebih berani. “Waaan, mami kan masih kepingin seperti yang di TV itu lho.. dan ini lho wan,” sambil tangannya mengambil sesuatu dari bawah bantal dan diperlihatkan padaku.

Setelah kulihat ternyata penis karet. “Oh rupanya itu yang tadi di maju mundurkan.” kataku pura pura.
Lalu kami berdiam sejenak dan kembali melihat TV yang adegannya semakin seru.

“Waaaan,” tiba2 aku dikejutkan oleh panggilan mami. “Yaa..Maaaam,” kujawab sambil menengok kearah mami.
“Waaaan, boleh mami lihat punyamu? mami rasakan tadi kok punyamu besar betul dan keras” lanjut Mami.
“Maaam, jangan ahh mam, iwan malu, apalagi nanti.ada orang lain yang lihat,” jawabku sekenanya.

“Lho kok sama mami sendiri malu, disini.kan cuma kita berdua wan, boleh ya wan..” dan tanpa menunggu jawabanku, bahuku di dorong Mami hingga rebah di tempat tidur dan mami dengan cekatan membuka resleting celana pendekku dan menarik turun bersama CD sampai terlepas dari badanku.

“Aduh…!wan, besar betul punyamu ini,” komentar mami sambil memegang batang kontolku dan memijitnya pelan, aku hanya memejamkan mataku sambil menikmati enaknya kontolku yang sedang di pegang mami.

“Waan, Mami enakin seperti yang di Tv ya?” kata mami lagi dan aku diamkan saja pertanyaan mami sambil menunggu dan pingin tahu apa yang akan dilakukan mami. Tiba2 uups..! kontolku yang berdiri tegak itu telah masuk ½ nya kedalam mulut mami dan sangat terasa sekali ketika mami mulai menghisap dan mengocok maju mundur dengan mulutnya.

“Maaaam.. maaam.. enaak.. maaam.. enaak.. maaam..!” nggak terasa aku berkomentar seperti itu karena keenakan yang luar biasa. Dan dari mulut Mami yang tersumpal dengan kontolku hanya terdengar bunyi, “hhhhmmmm.. hhhmmm… hhhhmmm..” sambil tangannya mempermainkan kedua biji kontolku. Kontolku terasa seperti tersedot – sedot dan kadang terasa lidah mami mengenai kepala kontolku dan menambah keenakan yang pertama kali kualami. Dan secara nggak sadar kepala dan rambut Mami ku remas remas dengan kedua tanganku sambil sesekali kutekan kepalanya sehingga seluruh batang kontolku terasa masuh semua didalam mulut Mami.

Beberapa menit kemudian, mami melepaskan kontolku dari mulutnya dan datang menghampiriku sambil mencium pipiku dan berbisik didekat telingaku. “Waan, enak waan?” karena memang aku menjadi keenakan dan apalagi ini menjadi pengalaman pertamaku, aku jawab dengan jujur “iya mam, enak sekali rasanya.”

Lalu kudengar Mami berbisik lagi, “Iwaan, sekarang Iwan mau kan tolongin mami.?” Karena aku benar2 nggak ngerti apa yang di mauin Mami, langsung aja kutanyakan. “Mam, tolongin apaan?” aku ga maksud nich..!”

“Aduuh… Waan,” kata mami lagi seperti keheranan. “Itu lho Waan tolong cium tetek mami seperti yang iwan lihat di tv itu,” kata mami sambil melepaskan dasternya sambil terus tiduran dan sekarang baru kulihat dari dekat tetek Mami yang sangat putih dengan kepala susunya yang kecoklatan.

Karena nafsuku sudah meninggi dan ingin segera mencoba apa yang aku lihat di tv tadi, tanpa menjawab kata2 Mami, langsung saja aku bangun dan mendekati tetek Mami. Pertama kucium tetek mami kanan-kiri dengan kepalaku agak kutekan, lalu seperti yang kulihat tadi di tv, kujilati teteknya dan sesekali kusedot puting susu Mami yang kecoklatan itu dan mungkin karena keenakan, kudengar mami berguman.

“Iwaaan.. waaan.teruusss.. waaan.. enaaak…teruus.. waaan..,” sambil kedua tangannya meremas-remas rambutku. Mendengar kata2 Mami itu, nafsuku semakin meninggi dan berusaha mencoba membuat Mami lebih enak, apalagi kuingat bahwa Mami sudah enam bulan ini nggak pernah mendapatkannya dari papa.

Sedotan dan jilatanku disekitar tetek mami lebih kupergiat, apalagi sekarang tangan kanan bukan lagi meremas rambutku, tetapi sudah meremas dan mengocok kontolku. Sambil berguman, “enak waaan..enaaak.. teruus.. waan..!” dan kembali kedua tangan Mami meremas rambutku lebih kuat lagi.

Setelah beberapa saat, terasa remasan2 tangan mami di kepalaku itu seperti diikuti dengan dorongan agar kepalaku turun kebawah. Walaupun tanpa kata2 dan masih ingat dengan adegan tv yang aku sempat tonton tadi, aku menjadi yakin kalau sekarang Mami menyuruhku untuk pindah dan mencium bagian memeknya.

Tanpa menunggu dorongan mami lagi, aku turunkan badanku pelan2 sambil kujilati bagian badan mami mulai dari perut, terus ke pusar dan terus turun kebagian bawah pusar mami dan sekarang sudah sampai di memek mami yang masih tertutup dengan Cd-nya dan tercium bau memek mami yang membuat aku semakin bernafsu.

“Waaaan..,” kudengar panggilan mami dengan kedua tangannya masih tetap meremas-remas rambutku, “Tolong buka celananya wan,” katanya mami. Tanpa menunggu lebih lama dan karena aku ingin melihat bentuk aslinya memek itu seperti gimana, pelan2 kutarik turun celana dalam mami dan ketika aku kesulitan menarik turun lebih lanjut karena terdindih pantat mami, mami mengangkat pantanya sedikit dan dengan mudah CDnya kulepas.

Kulihat dihadapanku, memek Mami yang sekelilingnya ditumbuhi oleh bulu2 hitam yang halus dan tanpa ada yang menyuruh, lalu kucium dan kujilati dibagian belahan memek mami sambil mempraktekkan seperti apa yang aku lihat di film tadi, sedangkan mami segera mengerakkan pantatnya dan kepalaku kembali di remas-remas dan ditekannya dan ketika aku coba menjulurkan lidahku menusuk belahan memek mami, terasa lidahku terkena cairan dari dalam memek mami yang agak asin, sedangkan kedua kaki mami secara perlahan – lahan di renggangkan. Karena nggak sabar, aku bantu membuka kedua kaki mami sehingga sekarang kakinya terbuka lebar dan aku berada di tengah.

Dan karena aku kepingin tahu lebih jauh tentang memek apalagi baru kali ini kulihat dari jarak sangat dekat, maka kugunakan kedua tanganku untuk membuka belahan memek Mami dan kulihat dengan jelas dibagian atas ada seperti daging menonjol berbentuk seperti kerucut dan ada lubang kecil, dalam pikiranku mungkin ini yang disebut itil, sedangkan dibagian dalam memek mami, semuanya berwarna kemerahan dan basah oleh cairan dan agak kebawah lagi terlihat ada bagian yang berlobang sebesar jari kelingking.
Melihat semua isi memek Mami, aku jadi teringat pelajaran Anatomy yang diajarkan di sekolah.

Melihat ini semua, nafsuku semakin meninggi dan tanpa ada yang menyuruh lagi dan karena aku baru saja dapat pelajaran dengan melihat film blue barusan, lalu sambil masih memegangi kedua bibir memek Mami, kujilat dan kuhisap itilnya mami dan tiba2 mami menggelinjang kuat sambil kedua tangannya meremas rambutku makin kuat dan berguman agak kuat.

“Iwaaan…! Aagghhhh…! Itu waaan… aaggcchhh…enaaaak… waaan…teruus..! Aaggcchhh… aduuuuh..waaan… enaaaaak…teruuuus..!” kudengar Mami ngoceh terus dan membuat aku makin bersemangat menghisap dan menyedot seluruh bagian memek Mami, dari mulai bibir memek, itil, bagian dalam dan kutusuk tusukkan lidahku kedalam lobang yang ada di memek Mami dan ini mungkin yang membuat gerakan pantat Mami semakin menggila dan terus2an ngoceh.

“Aaaghh…! Waaan…enaaaak… teruuuus…aaghhh… enaaak… waaaan… aduuuh..waaan… mamiiiii… mau sampeeeeeee…aaagcchhh….!,” dan kedua kaki Mami sudah melingkar kuat diatas punggungku dan kepalaku ditekannya kuat2 kedalam memeknya, sedangkan seluruh mukaku sekarang penuh dengan cairan2 yang keluar dari memek Mami, tapi nggak kuperdulikan, habis enak sih.

Setelah itu ocehan mami berhenti dan badan mami pun terlihat lemas lunglai dan yang terdengar hanyalah suara nafasnya yang cepat seperti habis lari marathon, dan melihat mami seperti itu, aku yakin kalau mami baru saja mencapai puncaknya dan karena kasihan melihat Mami yang sedang ter-engah engah kecapaian, aku hentikan jilatan dan sedotan mulutku ke Memek Mami, dan kuletakkan kepalaku dipaha Mami dan ku elus elus memek Mami sambil menunggu apalagi yang akan diminta oleh Mami.

Setelah kudengar nafas Mami mulai agak teratur, kurasakan kedua tangan mami yang masih memegang kepalaku itu berusaha menarikku ke atas sambil berkata lirih. “Iwan kesini sayaang,” dan aku segera merangkak menghampiri Mami yang masih tiduran terlentang dan Mami sambil menggeser badannya sedikit dan melanjutkan kata2nya. “Sini wan tiduran disamping Mami.

Dengan perasaan kurang enak, malu dan lain sebagainya, aku berusaha menenangkan diri dan tiduran di samping Mami dan Mami segera merangkulku dan terus mencium pipiku dan terus seperti berbisik didekat telingaku, “Waaan, kamu kok pintar betul tadi, Iwan sudah pernah ya sebelumnya dengan pacarmu yaaa?” Sambung Mami lagi.

“Belum maaam, swear dech.!” kataku cepat, “kan belajar dari film yang mami putar tadi.”
“Oooohh…, berarti Iwan murid yang cerdas doong..!?” Puji Mami sambil tetap memelukku dan kembali mencium pipiku, dan supaya Mami agak senang, aku cium juga pipinya dan entah gimana mulanya, tahu2 bibirku telah di cium Mami.

Kalau soal ciuman, kuakui aku memang pernah mencium pacarku, jadi ketika lidah Mami menjulur masuk ke mulutku, pelan2 kuhisap lidahnya dan mungkin karena lidahnya kusedot, Mami langsung menjadi beringas dan memelukku erat2 dan ciumannya semakin hot dan tentu saja aku nggak mau mengecewakan Mami, apalagi tangan Mami yang satunya sudah mengocok-ngocok kontolku, jadi kuimbangi ciuman Mami sambil salah satu tanganku ku remas2kan ke tetek Mami.

Beberapa saat kemudian, tanganku kupindahkan ke memeknya dan itil Mami kugosok-gosok dengan jari ku dan ini membuat kocokan tangan Mami di kontolku semakin cepat membuat nafasku semakin tidak teratur dan nafas Mami kembali terengah engah.

Setelah beberapa menit berciuman dan nafas kami berdua sudah tidak beraturan lagi, secara perlahan Mami menghentikan kocokan di kontolku dan menghentikan ciumannya serta terus berbisik didekat telingaku.”Iwan, Mami sudah nggak tahan wan, tolong punyanya Iwan di masukin ke memek Mami. Waaan… Ayo waaan…!”

Mendengar kata2 Mami ini, nafsuku semakin menjadi jadi tapi perasaanku juga semakin bingung karena sempat terpikir Mami kan istrinya papaku dan Mami walau bukan mama kandungku, tapi sekarangkan telah menjadi mamaku. Aku berusaha melawan kebingungan ini dan tersentak dari lamunanku ketika mendengar Mami kembali agak berbisik dengan suara yang sedikit mengiba.
Iwaaaan, ayo sayaaang.. tolongin Mami waaan..,” dan seperti tanpa berpikir aku menjawab sekenaku.

“Maaaam, boleh mam?” tanyaku dan kulanjutkan pertanyaanku karena masih ragu “nggaak apa apa maaam?” “Iya sayaaaang boleh waaan..!” Jawab Mami sambil mencium bibirku. “Sini sayaaang,” kata mami sambil menarik badanku, “coba posisikan badanmu di atas mami,” lanjutnya. Aku segera bangun dan kunaiki badan Mami pelan2 dan setelah aku berada di atas badan Mami, kurasakan Mami membuka kedua kakinya lebar lebar.

“Sini waaaan, mami bantu “kata Mami sambil memegang kontolku dan dibimbingnya kearah memek Mami dan aku hanya menurut saja apa yang dikatakan Mami, maklum aku masih terlalu buta dan ini akan menjadi pengalaman pertamaku. “Sudah waaan, sekarang tekan pantatmu pelan pelan,” perintah Mami dan kuikuti permintaan itu dengan menekan pantatku pelan2. Tapi baru saja sedikit aku menekan pantatku, kontolku terasa seperti tertahan di memek Mami, dan mendadak tangan mami menahan gerakan turun pantatku dan berbisik sambil sedikit meringis.

“Aduuuuh…! Waaan..! Tahan duluuu..! Sakiiit…!Waaaaaan….!” Aku hentikan tekanan pantatku dan kuangkat sedikit, ketika mendengar keluhan Mami. “Iwan pelan pelan ya sayaaang…! Sudah lama Mami nggak begini dengan papamu, apalagi punyamu itu besar sekali, lebih besar dari punya papamu,” kata mami lemah tapi membuatku menjadi sangat bangga karena punyaku dikatakan Mami masih lebih besar dari punya papa.

“Sekarang gimana mam,” tanyaku nggak sabar kepingin segera memasukan kontolku ke dalam Memek Mami. “Waaan..! Coba naik turunkan pantatmu pelan2 dan nanti kalau pantatmu Mami tahan, berarti kamu harus tarik pantatmu keatas dan waktu pantatmu nggak mami tahan, kamu boleh tekan lagi, beberapa kali sampai nanti kamu bisa rasakan sendiri kalau punyamu sudah masuk ke dalam punya Mami, bisa kan wan?” Kata Mami sambil mencium bibirku.

Iya Maaaam, iwan coba sekarang yaaa..!” jawabku. Lalu kuikuti pelajaran yang diberikan Mami, tapi ketika pantatku kutekan sering kulihat muka Mami sedikit meringis seperti menahan rasa sakit. Setelah beberapa kali kunaik turunkan pantatku pelan2, suatu saat pantatku malah ditekan agak keras oleh kedua tangan Mami dan terasa kontolku seperti terjeblos kedalam lobang bleeeeeesss…! Dan kudengar Mami agak berteriak. “Aaaacchhhh…! Iwaaaan…!” sambil seperti menahan nafasnya dan karena kaget dengan teriakan Mami, kutahan gerakanku dan kudiamkan sebentar sambil menunggu reaksi lebih lanjut dari Mami yang saat ini sedang memejamkan matanya.

Tapi baru saja aku mau berpikir apa yang akan Mami lakukan atau katakan, terasa kontolku seperti tersedot sedot dan di pijit pijit.

Sedotan dan pijitan di kontolku ini terasa sangat kuat sekali, dan karena terasa sangat enak. Karena rasa sedotan dan pijitan di kontolku terasa begitu nikmat, secara nggak sadar aku kembali menekan kontolku masuk bleeeeessss..! dan kembali kudengar Mami sedikit berteriak, “Waaaan..! Aaaarrccchhh…! Sakiiiiit..!” sambil kedua tangan mami sedikit mendorong pantatku.

Terpaksa kuhentikan tekanan kontolku, tapi kurasa kontolku sudah masuk semuanya kedalam memek Mami sambil menunggu reaksi Mami. Nggak lama kemudian, tangan Mami menekan pantatku dan kurasakan kembali sedotan2 dan pijitan2 yang sangat kuat di kontolku dan karena rasa enak ini, secara nggak sadar aku mulai menaik turunkan pantatku pelan2 sehingga kontolku naik turun di dalam lobang memek Mami dan mami pun mulai menggerakkan pantatnya naik turun mengikuti irama pergerakan kontolku yang naik turun, dan mami mulai mengeluarkan ocehan2.

“Waaaan…! Teruuuus sayaaaaang…! Aaaaachhh..!Enaaaaak.. Waaan.. Aduuuuuh… Enaaaak…Waaaan….!” Kurasakan kontolku begitu hangat didalam memek Mami yang sangat basah sehingga setiap kali tedengar bunyi, ccrreeeet… ccrreeeetttt…sehingga membuat aku semakin mempercepat gerakan kontolku naik turun serta nggak sadar terucap. “Maaaam..! Iwaaaan.. jugaaa.. enaaaak…! Maaaam, ayoooo.maaaam…!” sambil kedua tanganku mencengkeram kepala dan rambut Mami.

Beberapa menit kemudian, kurasakan gerakan badan dan pantat mami semakin liar dan makin cepat serta kedua tangannya mencengkeram kuat di punggungku dan tiba2 kedua kaki mami dilingkarkan kuat2 diatas pantatku dan memeluk badanku kuat2 sambil berteriak cukup kuat.

“Waaaaaan…! Mami nggak kuaaaaaat…! Mauuu..keluaaar…! Aaghhhhhhh…! Aaaghhh…!” dan terus terdiam dengan matanya tertutup dan nafasnya memburu terengah-engah. Melihat Mami terdiam dengan nafasnya yang terengah engah itu, aku merasa kasihan dan segera kuhentikan gerakan kontolku naik-turun tapi dengan posisi kontolku masih terbenam semua didalam memek Mami.

Setelah nafas Mami mulai agak teratur, Mami membuka matanya dan segera mencium bibirku sambil berkata lirih.”Iwan, terima kasih ya sayang, iwan pintar dan bisa muasin mami,” dan kembali bibirku diciumnya dan segera kujawab. “Mam, Iwan nggak tahu mam, tapi iwan sayang Mami dan iwan mau mami senang.”

Setelah kami diam sejenak dengan posisi masih seperti tadi, lalu kuberanikan bertanya ke Mami. “Mam, jadi sekarang sudah selesai? Kalau begitu iwan cabut ya mam?
“Jangan waan..!” jawab mami sambil mengencangkan pelukannya, “sebentar lagi kita lanjutkan seperti tadi sampai Iwan mencapai.klimaks,” sambung mami.

“Klimaks gimana maaaam..!?” Tanyaku nggak ngerti. “Aduh Iwan,” jawab Mami sambil memencet hidungku, “nanti iwan pasti tahu sendiri deh, nanti iwan terasa seperti mau kencing, lalu iwan coba tahan selama mungkin lalu lepaskan kalau sudah nggak kuat dan dari punyamu akan keluar air mani yang menyemprot,” lanjut mami.

Aku hanya menjawab singkat, “Iya mam, iwan mengerti.”

Setelah kami diam sesaat, Mami lalu berkata, “Waaaan, tolong cabut punyamu dulu Waan..!
Mami mau mengelap punya mami supaya agak kering, biar kita sama sama enak nantinya.”
Bener juga kata Mami, “kataku dalam hati,” tadi memek Mami terasa sangat basah sekali. Lalu pelan2 kontolku kucabut keluar dari Memek Mami dan kuambil handuk kecil yang ada di tempat tidur sambil kukatakan.

“Maaam, biar Iwan saja yang ngelap, boleh kan Maaam?” Terserah kamu deh Wan, jawab Mami pendek sambil membuka kedua kakinya lebar2 dan aku merangkak mendekati memek Mami dan setelah dekat dengan memek Mami, lalu kukatakan, “Iwan bersihkan sekarang ya maaam?” dan kedengar Mami hanya menjawab pendek, “ya, boleeeh.sayaaaang…!”

Lalu kupegang dan kubuka bibir memek Mami dan kutundukkan kepalaku ke memeknya lalu kusedot sedot itil mami agak kuat dan pantat Mami tergelinjang keras mungkin karena kaget sambil berseru, “Iwaaaan…! Kamu nakal yaa…!” Isapan dan jilatan kembali kulakukan di semua bagian memek Mami dan membuat Mami menggerak gerakkan terus pantatnya dan kedua tangannya kembali menekan kepalaku.

Beberapa saat kemudian, terasa kepalaku seperti ditarik Mami sambil berkata.”Iwaaaan…! Sudah sayaaaaang…! Mami nggak tahan, sini sayaaaang…!” Lalu kuikuti tarikan tangan Mami dan tanpa disuruh, aku langsung naik diatas badan Mami dan setelah itu kudengar mami seperti berbisik di telingaku, “Iwan, masukin punyamu sayaaang.!? Mami sudah nggak tahan nich..!”

Dan tanpa membuang-buang waktu, kuangkat kedua kaki Mami dan kutaruh diatas bahuku sambil ingin mempraktekkan seperti apa yang kulihat di Film tadi dan sambil kupegang batang kontolku, kuarahkan ke memek Mami yang bibirnya terbuka lebar lalu kutusukkan pelan2, sedangkan mami dengan menutup matanya seperti pasrah saja dengan apa yang kuperbuat.

Karena memek Mami masih tetap basah dan apalagi baru ku jilat dan kuisap isap, membuat memek mami semakin basah sehingga sodokan kontolku dapat dengan mudah memasuki lobang memek Mami.

Untuk menyakinkan apakah kontolku sudah masuk memek Mami apa belum, sambil tetap kutusukkan kontolku, aku bertanya.”Maaaaam, sudah masuk?” dan kudengar mami menjawab “iya sayaaaang, teruskan yang dalam” dan karena kurasa sudah benar dan mami memintaku untuk lebih dalam, lalu kehentakkan kontolku agak kuat masuk kedalam memek mami dan mulai ku ayun kontolku keluar masuk memek Mami dengan cepat, sehingga badan mami bergoyang semua sesuai dengan ayunanku serta kedua tetek mami juga bergoyang-goyang keras, sedangkan dari mulut mami kudengar desisan dan berkata, “ssssshhhh ssshhh.. waaan.. teruuuuuuss.. yaaang..ssshhh.. aduuuuh.. enaaaak.waaan, teruuuus… yang dalaaaaam…! Sayaaaang…!”

Karena nggak tahan mendengar ocehan ocehan Mami, membuat nafsuku semakin meningkat dan sambil mempercepat ayunan kontolku keluar masuk memek Mami, secara nggak sadar keluar dari mulutku, “maaaam… sssshhh… maaaam, iwaaan..jugaaa..! sssschhhh..enaaaak..!” dan karena rasa enak yang nggak bisa kuungkapkan disini, makin kupercepat gerakan kontolku keluar masuk memek Mami serta apalagi sesekali terasa kontolku seperti tersedot2 atau terisap oleh memek Mami, lalu secara reflex tercetus dari mulutku. “Maaaam…, sepertinya iwaaan sudah kepingin seperti yang mami. bilang tadi, dicabut ya maaaaam?” Sedangkan Mami, mungkin setelah mendengar kata2ku barusan, lalu juga mempercepat semua gerakan badannya dan juga melepas kedua kakinya dari bahuku serta memelukku kuat2 sambil berkata tersendat sendat, “Iwaaan jaaangaaaan..! yaaang…!jangaaaan..! biarkan..! Mami juga sudah mau keluaaaar..! yaaaaang..! ayo kita sama samaaa yaaaaang..!” Aku sudah kehilangan kesadaran karena keenakan dan apalagi mendengar kata2 mami yang cukup merangsang ini. Lalu,
“Maaaaaaaam..! Iwan mau keluaaaaaaar..! Aaacrrhhh..!”
Sambil kepala dan rambut Mami kuremas dan kujambak kuat-kuat.
Bersamaan dengan teriakanku, mami pun tiba2 berteriak cukup keras,
“Waaaan..! mami juga mau keluar jugaaaaaa…! Aghhhh…! Aghhhh…!”
Sambil kedua kakinya dilingkarkan kuat2 ke pantatku dan rambutku di remas remasnya. Aku dengan nafas terengah-engah, tertelungkup lemas diatas badan Mami dan mami pun kulihat lemah lunglai dengan nafas terengah-engah sambil menutup kedua matanya, berusaha menenangkan diri dengan mengatur nafasnya.

Setelah nafasku agak teratur, kucium bibir Mami lalu kubisikkan ditelinga Mami. Maaaam.., terimakasih maaaam, iwaaaan sayang mami, sambil kembali kucium bibir mami, sedangkan Mami sambil tetap masih memejamkan matanya dan nafasnya sudah kembali teratur, menjawab Iwaaan, Mami puuaaaaas, saayaaang., terima kasiiiiiih..waaaan, katanya sambil memiringkan badannya sehingga posisi kami sekarang menjadi tiduran saling berhadapan dan kontolku yang terasa masih tegang itu masih tetap berada dalam memek Mami.
Beberapa saat kemudian sambil saling memandang dan berpelukan, kutanyakan pada Mami, Maaaam.., punya iwan bolehiwan cabut, dan Mami sambil mememcet hidungku menjawab jangan dulu, sayaaaaang.. biarin dulu didalam punya mami – mami masih kepingin merasakan punyamu yang besar itu. Coba deh Wan lanjut Mami,coba iwan kocok keluar masuk punya Iwan, biar mami bisa merasakan enaknya punyamu, sambil salah satu kaki mami diangkatnya dan diletakkan diatas pinggulku. Tanpa menunggu kata2 mami lainnya, lalu kumulai memaju – mundurkan pelan2 kontolku ke dalam memek Mami dan Mami kulihat memejamkan matanya seperti sedang menikmati gesekan2 kontolku yang keluar masuk memeknya. Tapi setelah beberapa saat, kurasakan dalam posisi miring ini, sepertinya masuknya kontolku kedalam memek Mami terasa kurang dalam, lalu secara perlahan kudorong bahu Mami sehingga terlentang dan bersamaan dengan doronganku, kunaiki tubuh Mami sehingga kontolku yang ada didalam memek Mami nggak sampai terlepas dan Mami sepertinya mengerti kemauanku dan sepertinya malah membantuku dengan memeluk badanku rapat2 serta membuka kakinya lebar2

Lalu kuayun kontolku perlahan-lahan keluar masuk memek Mami dan karena Mami masih diam saja dan tetap masih menutup kedua matanya, lalu kutanyakan sambil berbisik didekat telinganya.. Maaaaam, gimana. maaam, enaaaak apa nggak punya Iwaaan ? Dan kulihat Mami membuka matanya lalu mencium bibirku serta terus berbisik Waaaan.., teruuuuskan… saaay aaaaang, mami menikmatinya waaan, dan setelah Mami selesai menjawab pertanyaanku, kurasakan Mami mulai mengerakkan dan memutar pantatnya perlahan-lahan. Karena Mami mulai menggerakkan pantat atau pinggulnya lagi, aku putuskan untuk mengehentikan gerakan kontolku keluar-masuk dengan posisi kontolku sudah masuk semua kedalam memek Mami dan ingin merasakan enaknya gerakan Mami, tapi mungkin karena merasakan aku sekarang diam, Mami ikut berhenti juga dan membuka matanya lalu memandangku sayu seperti bertanya..kenapa diam wan ? Agar Mami nggak bertanya lebih lanjut, lalu kukatakan ditelinga Mami.Maaaam.., iwan diam karena kepingin. merasakan sedotan dan pijitan seperti tadi maaam. Mami hanya tersenyum dan dipegangnya kepalaku lalu di ciumnya pipiku sambil berbisik…Waaan., kamu mulai nakal yaaaa, niiiiih.. mami.. kasih.. apa yang Iwaaan minta, lanjut mami sambil memeluk badanku. Nggak lama kemudian, terasa kontolku seperti disedot – sedot dan di pijit- pijit, mulai dari lemah, makin kuat dan kuat sehingga secara tidak sadar aku berbisik agap keras.

Maaaam…! Enaaaak…enaaaak… maaaam… aduuuh… enaaak… aagghhhh… enaaak… maaaam…!
Karena sedotan dan pijitan di kontolku terasa semakin kuat, secara nggak sadar aku mulai lagi mengocok kontolku keluar masuk memek Mami, mula2 pelan lalu kupercepat lagi dan karena enaknya aku langsung bilang.

“Maaam, enaaaak.. maaaam… Iwaaaan… mau lagi maaaam, ayoooo maaaaam…!”
Dan mungkin melihat aku mulai bernafsu lagi, Mami langsung mulai menggerakkan pinggulnya lagi yang makin lama makin cepat seraya mengucapkan.

“Waaaaaan..! teruuus… teruuuus… waaan…! Mami juga.. enaaak.. ayo sayaang…! Iwaaaan..!waaaaan..! ayo tekan waaan..! Augghh…!
Selang beberapa lama, aku merasakan kalau air maniku sudah mau keluar tapi kucoba menahannya selama mungkin dan lalu aku bisikin Mami. Maaaaam.., Iwaaan suuudaaaah mau keluaaaar, dan mendengar bisikanku ini kurasakan gerakan pinggul Mami semakin cepat dan pelukan tangannya di badanku juga semakin keras dan sambil berkata agak keras.

“Waaaan…! Mami juga sudah dekat..! Waaaan ayo waaaan..! samaaa..! samaaa..! Aghh..! Crot crot croot..!”
Dan diikuti dengan melingkarkan kedua kakinya dipunggungku dengan erat dan
belum sampai Mami menyelesaikan kata2nya, Aku berteriak agak keras.
“Mamiiiii… Iwaaan keluar..! Aggh..!”
sambil kubenamkan seluruh batang kontolku kuat2 kedalam memek Mami dan bersamaan dengan teriakanku itu, kudengar Mami pun berteriak cukup kuat.

“Iwaaaan..! Mamiii…! Mau keluaar… jugaa.. ayoo… Waaan cepaaaaat…!Aggcchhh..!”
Dengan nafas tersengal sengal kutelungkupkan badan ku yang lemas itu diatas badan Mami dan Mami juga dengan nafasnya yang terengah engah, tergeletak seperti tidak bertenaga dengan kedua tangannya terkapar disamping badannya

Setelah nafasku sedikit teratur kucabut kontolku dari dalam memek Mami dan kujatuhkan badanku tiduran disamping Mami, dan kedengar Mami berbisik “terima.. kasih ya sayang,” dan setelah berhenti sejenak, sambil mencium pipiku mami berkata lagi.

“Waaan., ini hanyaaaa kita berdua ya yang tahu. Papamu atau adikmu jangan sampai tahu ya wan..!”
Dan supaya hati Mami tenang lalu kujawab.
“Maaaam, iwan akan jaga itu, terima kasih ya maam, lain kali boleh di ulang kang mam,” lanjutku sambil kucium pipi Mami dan kami terus bangun dan mandi bersama Mami di kamar Mandi Mami
Cerita Lucah Panas Dewasa dari berbagai Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *